Tugas
Softskill ke-2 ( Sistem Informasi Psikologi )
Disusun
oleh :
Marchsya
Rahayu Kartikasari ( 15513261 )
Dewasa
ini kemajuan teknologi berkembang sangat pesat, hampir semua manusia
menggunakan suatu sistem untuk mendapatkan informasi yang dicari. Informasi
yang kita cari seringkali sudah dapat dan tersedia dengan mudahnya di zaman
sekarang ini. Tapi sebelumnya yang akan saya bahas di sini adalah sistemnya
yaitu elemen-elemen sistem dan karakteristik sistem.
1. Menurut
(Togar, 1994:11) Elemen sistem adalah bagian terkecil sistem yang dapat
diidentifikasi. Input – output adalah kerangka yang bermanfaat untuk
mengevaluasi operasi sistem (analisis proses) dan menentukan alternatif –
alternatif untuk peningkatan performansi sistem. Elemen sistem adalah bagian
terkecil sistem yang dapat didentifikasikan. Jika sebuah sistem cukup besar
yang terdiri dari subsistem-subsistem, maka elemen sistem terdapat pada
tingkatan yang paling rendah yang dapat dikategorikan sebagai individu.

a. Tujuan,
setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak.
Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan,
sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu
sistem dengan sistem yang lain berbeda (Widiastuti, 2014)
b. Mekanisme
Pengendalian dan Umpan Balik, Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran.
Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses.
Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
c. Input
(Masukan), suatu sistem yang masuk dan selanjutnya menjadi bahan yang di proses. Contoh masukan yang berwujud adalah
bahan mentah sedangkan yang tidak mentah seperti informasi.
d. Proses,
merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan
menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan
produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa
pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah.
Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
e. Output
(Keluaran), keluaran sistem atau hasil dari energi yang diolah dan
diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh
komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi
adalah keluaran yang dibutuhkan (Hutahaean, 2014)
2. Karakteristik
sistem
Menurut Fatta (2007)
untuk memahami atau mengembangkan suatu sistem, maka perlu membedakan
unsur-unsur dari sistem yang membentuknya. Berikut adalah karakteristik sistem
yang dapat membedakan suatu sistem dengan lainnya:
a. Memiliki
komponen (component). Kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang
mentransformasikan input menjadi bentuk setengah jadi (output). Komponen bisa
berupa subsistem dari sebuah sistem.
b. Memiliki
Batasan (boundary). Penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang
termasuk di dalam sistem dan mana yang di luar sistem
c. Lingkungan
(environment). Segala sesuatu diluar sistem, lingkungan yang menyediakan
asumsi, kendala dan input terhadap suatu sistem.
d. Penghubung
(interface). Tempat di mana komponen atau sistem dan lingkungannya bertemu atau
berinteraksi
e. Masukan
(input). Sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang
dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.
f. Keluaran
(outpu). Sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, dan tampilan)
yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem
g. Pengolahan
sistem (process). Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan
mengubah masukan menjadi keluaran
h. Sasaran
atau tujuan. Tujuan yang ingin dicapai oleh sistem, akan dikatakan berhasil
apabila mengenai sasaran atau tujuan.
3. Model
sistem informasi psikologi
Suatu sistem
terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya.
Ada juga yang menyebutkan sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin,
untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu
organisasi. Secara umum, bisa disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi
adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendapatkan informasi – informasi
yang berhubungan dengan psikologis. Penggunaan sistem informasi dalam psikologi
dimungkinkan karena banyak hal dalam dunia psikologi yang masih bisa dikelola
dengan sentuhan komputerisasi. Misalnya penggunaan tes psikologi secara
virtual, penggunaan teknologi eye-tracking dan yang terbaru adalah teknologi
virtual reality yang memungkinkan seseorang untuk mengurangi bahkan
menyembuhkan gangguan psikologis seperti ADHD, PTSD (Post Traumatic Stress
Disorder), dan beragam fobia. Contoh nyatanya adalah banyaknya tes – tes
psikologi yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi seperti
Papikostik, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu computer dan
psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes
psikologi itu sendiri.
Sumber :
Fatta, H. A
(2007). Analisis dan perancangan sistem informasi. Jakarta:
Andi Offset
Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta:
Deepublish
Widiastuti, R (2014).
Komponen elemen-elemen sistem. Halaman 1 :http://raniwidiastuti.blogspot.co.id/2014/11/komponen-elemen-elemen-sistem.html diakses
22 oktober 2016
Oktaviani,S.(2012).Sistem
informasi psikologi. https://sintawonnie.wordpress.com/2012/10/16/sistem-informasi-psikologi/
diakses 22 oktober 2016
http://uchinmosquito.blogspot.co.id/2011/10/pengertian-sistem-dan-elemen-sistem.html
diakses 22 oktober 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar