Jumat, 10 Januari 2014

PUISI .


"Ibuku sayang"

Cintamu, yaitu sinar yang menerangi
Tiap-tiap kegelapan didunia fana ini.
Kehadiranmu, demikian bernilai,
Berarti serta bermakna.

Ibuku yang cantik...
Tiada hari yang kujalani,
Tanpa sedetik lalu tidak mengingatmu.
Mengingat sgala pengorbananmu
Yang tidak capek merawatku,
Yang tidak jemu menasehatiku,
Serta tidak henti menyangiku, spanjang usiamu.

Terima kasih ibu...
Telah menghiasi kehidupanku didunia fana ini,
Dengan senyum manismu yg menguatkan batinku.
Terima kasih ibu…
Sudah menjagaku sampai saat ini.
Terima kasih ibu...
Engkau senantiasa ada untukku.

Ibuku yg baik...
Maafkan saya, bila dulu melukai perasaanmu.
Maafkan saya, senantiasa mengecewakanmu.
Maafkan saya, anakmu ini.

Ibu...
Sinar cintamu, senantiasa ku kelak.
Apalagi sampai saya mati.
Serta cintamu kan terus bercahaya di hati,
Kekal serta abadi.

PUISI UNTUK IBU :)


Di malam yang dingin
Dengan berselimut kesendirian
Kuterbangun menatap langit langit kamarku
Terlintas di benak sosok engkau
Yang selalu menemaniku menjemput pagi
Yang selalu menemaniku menikmati panasnya sinar matahari
Yang selalu menemaniku menyaksikan bulan dan bintang
Dan kembali mengantarku ke dalam tidur yang panjang
Semua itu kini tak dapat lagi kurasakan
Karena saat ini ku jauh darimu
Mekipun sebenarnya ku tak bisa
Namun ku yakin semua itu akan berakhir
Ibu………..
Aku rindu dengan senyummu
Aku rindu dengan kasih sayangmu
Aku rindu dengan belai lembutmu
Aku rindu akan pelukmu
Ku ingin kau tahu itu
Ibu……….
Kau selalu ada
Di setiap hembusan nafasku
Di setiap langkah kakiku
Di setiap apa yang ku gapai
Karena kau begitu berarti dalam hidupku

OPINI

Menebak Akhir Kabinet Indonesia Bersatu II


PEMERIKSAAN sejumlah menteri dalam kasus dugaan korupsi membangkitkan pertanyaan publik tentang kredibilitas menteri-menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Isu miring yang menimpa sejumlah menteri ditambah minimnya prestasi menonjol membuat wajah kabinet tak kunjung membaik di mata publik.
Upaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa kali merombak anggota kabinet sejak Oktober 2011, bahkan menambah struktur wakil menteri (wamen), tampaknya belum membawa perubahan berarti.

Hingga jelang pergantian tahun 2013, kepuasan publik terhadap kinerja para menteri kabinet tetap bergeming. Alih-alih membaik, yang terjadi justru sebaliknya, yakni terjadi penurunan tingkat kepuasan publik.

Jajak pendapat triwulanan yang diselenggarakan sejak awal pemerintahan periode kedua SBY (Januari 2010 sampai Oktober 2013) merekam, persepsi positif publik tak pernah beranjak dari angka maksimal 20 hingga 30 persen.

Bahkan, dari tahun 2010 hingga 2013, setiap tahun terjadi penurunan gradual dari rata-rata 27,2 persen pada 2010, menurun curam hingga rata-rata sekitar 20,8 persen pada 2011 hingga 2013.

Jika ditelusuri lebih jauh, penurunan kepuasan publik tampaknya sangat terkait dengan terjadinya kasus-kasus hukum. Sebanyak 83,1 persen responden menyatakan tidak puas dalam hal penegakan hukum.
Sebaliknya, yang merasa puas justru semakin turun. Kepuasan responden pada Oktober 2013 hanya mencapai 15,3 persen, turun dari 20,9 persen dibandingkan jajak Juli 2013.

Persoalan selain hukum yang cukup besar disorot adalah problem ekonomi, yakni terkait dengan mahalnya harga kebutuhan hidup sehari-hari.
Persoalan lain adalah terpaan sejumlah isu moral yang melibatkan individu menteri yang bisa memengaruhi penilaian publik dan aspek keseluruhan sistem pemerintahan yang melingkupi menteri.

Sebagaimana diketahui, sistem pemerintahan saat ini sangat terkait dengan kewenangan pemerintah daerah, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan, dua bidang yang langsung bersentuhan dan dirasakan masyarakat manfaatnya.

Dibandingkan citra pemerintahan SBY secara keseluruhan pun, kinerja para menteri masih berada di bawahnya, terpaut hampir 1,5 kali angka kepuasan pada pemerintahan SBY.

Jika dirunut pada periode pertama kepemimpinan SBY (2004-2009), pola apresiasi yang sama terlihat. Namun, berbeda dengan periode kedua ini, akhir periode pertama pemerintahan SBY (tahun 2009), ada rebound apresiasi publik yang signifikan kepada menteri, yaitu mencapai hingga 38 persen responden.

Dengan demikian, ada dua hal yang khas pada akhir tahun jelang berakhirnya periode kepemimpinan Presiden Yudhoyono saat ini.

Pertama, apresiasi terhadap pemerintahan SBY tampaknya tak ”mengikutsertakan” apresiasi terhadap para menteri sebagai anggota kabinet.
Kedua, tak ada perbaikan penilaian publik atas kinerja para menteri di akhir periode sebagaimana yang terjadi di periode pertama pemerintahan.

Hal ini tak mengherankan karena dari sejumlah jajak pendapat sebelumnya, apresiasi terhadap pemerintah tampak masih ”terkatrol” oleh keberadaan sosok SBY yang secara individu masih cukup diapresiasi separuh lebih responden (58 persen).

Sebaliknya, para menteri yang sebagian besar berlatar belakang partai politik justru banyak ”terseret” citra parpol yang sedang disangkutpautkan dengan sejumlah kasus dugaan korupsi.

Persoalan mendesak

Terpuruknya penilaian terhadap Kabinet Indonesia Bersatu II ini bersamaan dengan besarnya ketidakpuasan publik atas dua persoalan mendasar.
Dua persoalan yang dinilai mendesak untuk diatasi adalah soal pemberantasan korupsi atau penegakan hukum (45,1 persen) dan ketersediaan kebutuhan pokok yang terjangkau (34,3 persen).

Publik sangat terkejut dan kecewa ketika mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar tertangkap tangan. Dugaan mafia peradilan dan jual beli kasus di berbagai level pengadilan seakan terkonfirmasi hingga tingkat tertinggi.
Apalagi Akil disinyalir ikut memanipulasi beberapa kasus pemilu kepala daerah yang berujung dengan tensi politik dan konflik di daerah.

Hampir berbarengan dengan itu, kasus suap SKK migas yang melibatkan Kepala SKK Migas yang juga mantan Wamen Rudi Rubiandini membuat kepercayaan publik makin tergerus.

Sebanyak 43,8 persen responden tidak percaya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terbebas dari kasus suap tersebut.

Terkait soal ketersediaan kebutuhan pokok yang terjangkau, data Litbang Kompas mencatat, dalam bulan Juni 2013 terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok 2 hingga 6 persen menjelang kenaikan harga BBM di tengah jumlah kenaikan upah yang bervariasi di semua provinsi.

Tengok pula polemik harga daging sapi dan kedelai. Pada 2013, dari kebutuhan kedelai 2,5 juta ton, Indonesia hanya mampu memproduksi 35 persen kebutuhan nasional. Akibatnya, harga terus melonjak. Tak heran 60,4 persen responden tidak memercayai kinerja Kementerian Pertanian bebas dari korupsi.

Kelemahan manajemen yang berimbas ke masyarakat bawah itu makin parah tatkala kemampuan komunikasi kementerian juga tak memadai. Hal itu tecermin pada program Kementerian Kesehatan terkait dengan pencanangan Pekan Kondom Nasional.

Kendati tujuan pencanangan adalah untuk mencegah penularan HIV/AIDS, langkah yang ditempuh Menteri Kesehatan dianggap ”kurang peka” pada kondisi sosio kultural masyarakat.

Tidak mengherankan jika penolakan atas program ini terdengar sangat kencang, bahkan muncul dari anggota kabinet, terutama Kementerian Agama.

Pola komunikasi sosial yang tak ideal ini juga sebelumnya terjadi di Kementerian Dalam Negeri dalam kasus soal ”janji” penyelesaian KTP elektronik. Masyarakat sempat khawatir dengan kebijakan kartu identitas elektronik tersebut.

Belakangan, sebagian masyarakat belum juga memperoleh e-KTP, di tengah persoalan terkait pemanfaatan nomor induk kependudukan (NIK) di e-KTP untuk daftar pemilih tetap (DPT) pemilu. Penjelasan dari Kemendagri atas karut-marut persoalan DPT akhirnya dibeberkan tatkala kericuhan sudah terjadi.

Akhir masa jabatan

Tantangan terbesar menjelang tahun terakhir masa jabatan kabinet yang tinggal hitungan minggu ini adalah membagi energi dan empati antara tugas sebagai top manager dalam mengendalikan bidang-bidang pemerintahan dan kepentingan partai politik pendukung.

Apalagi sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, bahkan Menteri Agama Suryadharma Ali dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, sudah ancang-ancang maju dalam kompetisi kursi presiden tahun depan.
Kabinet Indonesia Bersatu tampaknya harus bekerja keras untuk mempertahankan idealisme pengabdian bagi masyarakat di tengah tarikan keperluan berkampanye bagi parpolnya atau bahkan mencari ”dana politik” parpol.

Tanpa keteguhan idealisme itu, kabinet pemerintahan bisa-bisa akan seperti ”demisioner” dan kehilangan arah, berjalan limbung tanpa kejelasan arah tujuan.

SUMBER : http://opinikompas.blogspot.com/2013/12/menebak-akhir-kabinet-indonesia-bersatu.html#more

OPINI

Saatnya Rakyat Memilih dan Memilah

Sutta Dharmasaputra

MENYAKSIKAN pemakaman Nelson Mandela mengingatkan kembali akan kata-kata bijak. Kebajikan seseorang dalam menjalani kehidupan pasti terlihat jelas saat dia menyelesaikan kehidupannya.

Hingga akhir hayatnya, mantan Presiden Afrika Selatan itu dicintai seluruh rakyatnya. Bukan hanya yang sepaham dengannya, melainkan juga lawan politiknya di masa lalu. Jerit tangis haru mengiringi kepergiannya saat peti jenazahnya tiba di kota kelahirannya, Qunu. Warga menyambut jenazah Mandela di sepanjang jalan untuk mengucapkan, ”Selamat jalan.”

Banyak warga dunia merasa kehilangan tokoh besar itu. Yang memberikan penghormatan terakhir bukan hanya para pemimpin tertinggi negara, melainkan juga masyarakat biasa di banyak negara. Warga New York, AS, spontan membawa lentera di luar restoran dengan nama Nelson Mandela di kawasan Brooklyn. Sementara banyak warga China yang memberikan penghormatan di depan Kedutaan Besar Afrika Selatan di Beijing.

Mandela boleh jadi merupakan negarawan yang paling ”diagungkan” dewasa ini. Dia tidak hanya berhasil menghentikan pertikaian tak berkesudahan di negerinya sendiri dari praktik politik apartheid, tetapi juga menginspirasi banyak belahan dunia lain untuk juga menghapuskan segala kebijakan yang diskriminatif. Penerima Nobel Perdamaian itu telah menjadi simbol humanitas.

Menjadi ”Mandela” bisa jadi merupakan impian semua politisi, bahkan juga nonpolitisi. Kalau ada1.000 politisi di negeri ini ditanya soal pencapaian Mandela, bisa jadi tiada satu pun yang tak menginginkan pencapaian itu. Namun, kalau diingatkan, bagaimana proses Mandela mengubah dirinya dari seorang politisi menjadi seorang negarawan, bisa jadi tak satu pun menyanggupinya.

Bagaimana tidak? Mandela rela mengorbankan dirinya demi memperjuangkan kebebasan rakyatnya. Selama 27 tahun, dia harus meringkuk di penjara dan mengalami banyak penyiksaan fisik demi memperjuangkan kebebasan rakyatnya.

Membayangkan apa yang terjadi belakangan ini pada politisi di negeri ini rasanya bak bumi dan langit. Mereka juga banyak yang dipenjara, tetapi bukan karena berkorban demi rakyat, melainkan justru malah mencoba mengambil keuntungan diri dengan mengorupsi uang rakyat. Sungguh getir terasa.

Politisi yang melakukan korupsi itu bukan lagi kelas teri. Mereka bukan anggota partai atau pengurus ranting, cabang, atau wilayah, melainkan pengurus pusat, bahkan pemimpin tertinggi partai dan dewan pembina partai.

Mereka juga ada yang menduduki posisi-posisi penting dalam negara, baik di lembaga legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Gara-gara fenomena ini, muncul kosakata baru, yaitu trias koruptika, sebagai bentuk pelesetan dari trias politika.

Indonesia Corruption Watch, Oktober 2013, merilis, sejak semester II-2012 hingga semester II-2013 saja, tercatat sudah 81 anggota DPR yang terjerat korupsi. Kementerian Dalam Negeri mencatat, jumlah anggota DPRD provinsi yang terjerat kasus hukum sudah 431 orang dengan 83,7 persen dari jumlah itu adalah kasus korupsi.

Di jajaran eksekutif, mulai dari bupati/wali kota, gubernur, hingga menteri, banyak juga yang menjadi tersangka dalam perkara korupsi, bahkan sudah menjadi terpidana. Sementara di lembaga yudikatif kasus tertangkap tangannya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar menjadipuncak dari ironi ini.

Kondisi ini kalau dibiarkan tentunya bisa mengancam keberlangsungan negeri ini. Berdasarkan sejumlah jajak pendapat Kompas, kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara semakin menurun dari tahun ke tahun. Hal ini tentunya bisa menimbulkan krisis.

Jika mengacu pada pandangan Ian Bremmer yang mengulas ”Kurva J” untuk memahami mengapa bangsa-bangsa berjaya dan jatuh, kondisi ini tidak bisa dianggap remeh.

Ian Bremmer mengingatkan, tidak ada negara yang memiliki kemampuan mencegah terjadinya guncangan. Namun, pada sebuah negara yang sangat stabil, guncangan-guncangan itu dapat dikendalikan. Kematangan lembaga-lembaga negara merupakan salah satu ciri dari negara yang sangat stabil itu.

Sementara itu, negara tanpa kestabilan dipastikan menjadi sebuah negara gagal, negara yang tidak mampu menerapkan atau menegakkan kebijakan pemerintah. Negara seperti ini dapat terpecah belah, dapat direbut, dan dikuasai kekuatan luar atau terjerumus ke situasi kacau.

Banyak negara pun, kini, ternyata menaruh perhatian pada perkembangan politik yang terjadi di Indonesia. Mereka ingin mengetahui lebih dalam tentang apa yang terjadi di Indonesia agar bisa memprediksi potensi dan risiko berinvestasi.

Harapan pada tahun 2014

Melihat apa yang telah terjadi pada tahun 2013, harapan tertanam pada tahun 2014. Pasalnya, Indonesia akan kembali menggelar pemilihan umum. Inilah saatnya bagi seluruh rakyat untuk kembali memilah dan memilih siapa yang layak dan tidak layak menjadi wakil rakyat dan juga memimpin negeri ini.

Pemilu legislatif yang akan diselenggarakan pada 9 April 2014 menjadi momentum pertama. Kini, ratusan ribu orang telah mencalonkan diri menjadi anggota legislatif. Dari ratusan ribu calon legislator itu, harus terpilih 560 anggota DPR yang berkualitas dan berintegritas. Begitu juga dengan 77 DPD ataupun 2.137 DPRD provinsi serta 17.560 DPRD kabupaten/kota.

Hasil pemilu legislatif ini juga akan menentukan parpol mana yang bisa mengajukan calon presiden/wakil presiden pada pemilu presiden-wakil presiden yang akan digelar 9 Juli 2014. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden, hanya parpol atau gabungan parpol yang memperoleh 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah secara nasional dalam pemilu DPR, DPD, dan DPRD-lah yang bisa mengajukan capres/cawapres.

Setelah capres-cawapres yang memenuhi syarat ditetapkan Komisi Pemilihan Umum, rakyat kembali harus menyeleksi, siapa yang benar-benar menjadikan takhtanya untuk memperjuangkan nasib seluruh rakyat dan mana yang hanya menjadikan takhtanya sebagai alat berkuasa semata.

Kita tentu berharap, politisi terpilih adalah orang-orang yang berjiwa seperti Mandela atau banyak pahlawan di negeri ini. Mau berkorban untuk rakyat demi kemajuan seluruh bangsanya, bukan sebaliknya yang mengorbankan rakyat untuk mencari keuntungan diri sendiri ataupun kelompoknya semata.
Tahun 2014 saatnya bagi seluruh rakyat untuk benar-benar memilah, lalu memilih...

Sutta Dharmasaputra, Wartawan Kompas

Kamis, 09 Januari 2014

Berita Perbaikan Jalan .

Assalamualaikum Teman-teman :)




Saya akan memberi report atau laporan tentang pelebaran jalan di jalan Kelapa Dua. Untuk memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar. Perbaikan jalan ini nih yang buat anak gundar kena macet banget kalo pagi, sob.. hehe.. termasuk saya jadi korban . Proyek pelebaran dan peninggian jalan di wilayah Depok membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan sejak beberapa hari ke belakang. Harus punya banyak sabar kalau lewat Kelapa Dua yang begitu hiruk pikuk hihihi... Maklum banyaknya warga gundar yang memenuhi padatnya jalan Kelapa Dua ini...hhee...
Ayoo dong agak dipercepat ya bapak-bapak pembangun jalan ini hihi, biar lancar kembali aktivitas warga kota Depok. Terima Kasih .

Wassalamualaikum :)

Rabu, 08 Januari 2014

Sehat / Diet & Nutrisi

8 Makanan Sehat untuk Berat Badan Ideal

Ingin tetap makan banyak tapi tetap langsing? Jangan mimpi. Jika Anda mengonsumsi
makanan dengan kalori lebih dari yang tubuh Anda butuhkan, berat badan secara
otomatis akan bertambah. Namun jangan berkecil hati dulu. Ada beberapa makanan yang
dapat  menimbulkan efek kenyang lebih lama dari makanan lain. Jika rasa kenyang
terasa lebih lama otomatis Anda tidak akan mencari-cari cemilan untuk mengisi
kekosongan perut.

Pilihlah makanan yang tinggi serat, mengandung protein dan lemak sehat serta tinggi
kadar airnya. Keuntungannya, kebanyakan makanan tersebut adalah makanan yang juga
mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh Anda. Berikut adalah 10
makanan yang bisa menjaga berat badan ideal Anda :



Apel

Apel merupakan contoh serat yang mudah dicerna untuk memerangi kolesterol. Apel  juga bagus sebagai sumber vitamin C. Apel mengandung quecertin, plavanoid yang bisa mencegah penyakit kanker. Untuk dapatkan hasil maksimal, makan apel beserta kulitnya setelah dibersihkan. 




Kacang almond

Kacang almond kaya serat dan protein, juga bagus untuk sumber zat besi, magnesium, dan vitamin E. Konsumsi kacang almond mentah atau sudah diolah untuk mendapatkan hasil terbaik. Hindari kacang almond yang sudah dibumbui dengan banyak garam atau diolah dalam bentuk makanan manis, karena buruk untuk program diet Anda.



Bluberry


Blueberry kaya serat, vitamin C, dan antioksidan. Jenis berry lainnya juga bisa jadi pilihan yang sama bagusnya. Dimakan saat masih segar atau ditambahkan dalam
yoghurt, sereal, dan salad, khasiat berry tetap bagus untuk kesehatan.





Bayam

Bayam berguna untuk rambut dan kulit karena kaya zat besi, magnesium, serta vitamin
A dan C. 









Kacang merah


Kacang merang memiliki kandungan serat, protein, zat besi, fosfor, magnesium tinggi, dan sejumlah vitamin serta mineral. Tambahkan kacang merah dalam salad atau sup yang Anda buat untuk menambah lezat dan sehat makanan Anda.




Brokoli

Brokoli merupakan sumber kalsium, potassium, serta vitamin A dan C. Untuk mendapatkan hasil terbaik jangan masak terlalu matang dan hindari memakai saus serta keju berlebihan.











Ubi

Ubi kaya dengan vitamin. Dalam ubi terkandung vitamin A, B, C, dan E. Selain itu,
ubi juga rendah kalori, khususnya jika dipanggang atau dimasak tanpa gula.












Salmon

Sebagian besar jenis ikan danseafood merupakan pilihan sehat, tapi salmon adalah ikan yang paling bagus dengan kandungan protein serta asam amino omega 3 tinggi. Selain itu, salmon juga rendah kolesterol.




9 Alasan Pentingnya Jalan Kaki






 
Menjaga agar tubuh selalu dalam kondisi sehat dan bugar sebenarnya mudah  dilakukan. Kita tak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk tetap sehat. Cara sederhana dan paling mudah adalah dengan teratur berjalan kaki.
Dengan berjalan kaki selama 30-45 menit setiap hari, ternyata anda bisa mengubah hidup menjadi lebih sehat dan bermakna. Berikut ini adalah alasan mengapa Anda harus meluangkan waktu untuk berjalan kaki di tengah kesibukan rutinitas sehari-hari :
1. Mudah:  untuk memulai berjalan, yang Anda butuhkan hanyalah sepasang sepatu berjalan. Anda bisa berjalan di mana saja (di taman, teras, atau di atas treadmill) dan kapan saja (siang sore pagi, atau bahkan larut malam hari setelah makan malam). Mulailah dengan 10 sampai 15 menit, setelah itu dapat ditingkatkan secara bertahap.
2. Meningkatkan semangat : Berjalan ternyata dapat meningkatkan semangat, suasana hati, menghilangkan stres. Sebuah studi yang dimuat dalam Annals of Behavioral Medicine menunjukkan, siswa yang berjalan secara teratur memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan mereka yang terlalu sering duduk, berolahraga sedikit atau tidak sama sekali. Berjalan juga dapat membantu Anda mendapatkan oksigen lebih selain juga dapat memfasilitasi pelepasan endorfin dan mendapatkan hormon baik.
3. Meningkatkan otak : Ini adalah fakta bahwa melakukan latihan dalam bentuk apapun bisa membantu meningkatkan kemampuan fisik, mental dan kewaspadaan. Sebuah studi yang dilakukan oleh National Council of Aging menyimpulkan bahwa, berjalan kaki 45 menit sehari bisa mempertajam kemampuan mental.    
4. Mengurangi risiko sakit jantung dan stroke : Berjalan selama 30 sampai 45 menit setiap hari membantu meningkatkan sirkulasi darah. Hal ini juga membantu dalam meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah dan menurunkan kolesterol jahat (LDL), sehingga melakukan fungsi pelindung secara keseluruhan.
5. Mempertahankan tingkat gula darah: Berjalan kaki selama 45 menit di pagi hari bisa membantu penderita diabetes mengontrol kadar gula darah. Misalnya, berjalan selama 10 sampai 15 menit setelah makan dapat membantu menurunkan gula darah postprandial. Sedangkan berjalan kaki selama 30 menit atau lebih pada malam hari membantu dalam mengendalikan kadar gula darah.
Berjalan tidak hanya menguntungkan bagi penderita diabetes, tetapi juga membantu dalam mengurangi resiko terkena diabetes pada orang-orang yang rentan terhadap penyakit ini. Sebuah studi yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pittsburgh menemukan bahwa berjalan kaki selama 30 menit sehari memperkecil risiko diabetes untuk orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan maupun yang tidak.    
6. Mencegah disfungsi seksual : berjalan cepat selama setidaknya dua mil (3.2 km) setiap hari bisa mengurangi impotensi pada pria. Hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian yang dimuat Journal ofAmerican Medical Association dan efeknya lebih terlihat pada pria berusia tengah baya dan pada pria penderita diabetes.    
7. Mengurangi risiko kanker :  berjalan sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan kanker. Ini dapat meningkatkan kesempatan mereka untuk pulih dan bertahan hidup. Berjalan juga dapat meningkatkan rasa lapar pada pasien sehingga membantu mereka untuk meningkatkan minat makan.
Berjalan juga membantu dalam mengurangi risiko berbagai jenis kanker seperti payudara dan usus besar. Sebuah makalah yang disajikan pada Pertemuan Tahunan ke-95 American Association for Cancer Research di Orlando menunjukkan bahwa berjalan meningkatkan kelangsungan hidup penderitaan dari kanker payudara.
8.  Menjaga berat badan : apakah Anda mempunyai keinginan menurunkan atau menambah berat badan? berjalan ternyata salah satu jenis latihan yang dapat membantu Anda terkait kedua masalah tersebut. Berjalan bila diikuti dengan diet terkontrol membantu Anda dalam menurunkan berat badan dan menghilangkan lemak beberapa inci. Berjalan juga bisa sebagai latihan aerobik untuk membantu Anda dalam menjaga berat badan setelah tujuan Anda tercapai.
9. Panjang umur : sebuah penelitian jantung di Honolulu yang melibatkan 8.000 pria, ditemukan bahwa dengan berjalan dua mil (3.2 km) per hari mengurangi risiko kematian hampir 50 persen. Risiko kematian akibat kanker bahkan ditemukan lebih rendah. Beberapa studi lain juga mengungkap temuan yang sama. Jadi, berjalan membuat hidup anda lebih lama.
Apa yang dibutuhkan untuk mulai berjalan? Yang dibutuhkan hanyalah sedikit motivasi dan sepasang sepatu. Selain itu, untuk menunjangnya anda bisa mengajak beberapa teman untuk berjalan. Sehingga berjalan dalam sebuah kelompok menjadi lebih menyenangkan
.

Jumat, 03 Januari 2014

BERITA

Jokowi Larang PNS Bawa Kendaraan Pribadi, Ahok Bakal Siapkan Bus

TOPIK #Ahok #PNS DKIPosted: 03/01/2014 14:37
Jokowi Larang PNS Bawa Kendaraan Pribadi, Ahok Bakal Siapkan Bus
Basuki Tjahaja Purnama (Liputan6.com/Abdul Aziz Prastowo)
Liputan6.com, Jakarta : Meski tak turut mencicipi kebijakan baru pelarangan membawa kendaraan pribadi bagi PNS DKI, namun Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah memiliki rencana untuk mengefektifkan aturan yang digagas Gubernur Jokowi itu. Bagaimana caranya?

Menurut Ahok, pengadaan bus-bus pegawai dapat memangkas kepadatan kendaraan bermotor yang melintasi jalanan Ibukota. Jika per busnya dapat mengangkut 60-70 orang, maka kemungkinan jumlah lalu lalang mobil berkurang dengan jumlah yang sama. Ini karena biasanya sering ditemui 1 mobil yang hanya berisi 1 penumpang saja."Mungkin akan kita perluas nanti. Pegawai-pegawai kita sediakan bus. Jadi akan lebih hemat," kata pria yang karib disapa Ahok itu di Balaikota, Jakarta, Jumat (3/1/2014).
Selain itu, Ahok juga berencana agar bus sekolah dan bus pegawai dapat menggunakan jalur bus Transjakarta. Langkah ini dinilai dapat merangsang pertumbuhan angkutan bus di Ibukota.
"Terus perumahan-perumahan mereka juga bikin bus kayak di Bintaro. Jadi untuk pegawai jam kerjanya tepat, jam pulangnya tepat, dia akan pilih bus yang nyaman," pungkas mantan Bupati Belitung Timur itu.
Berdasarkan Ingub Nomor 150 Tahun 2013 yang ditandatangani 30 Desember 2013 yang lalu, PNS di lingkungan Pemprov DKI dilarang membawa kendaraan bermotor, baik roda 2 maupun 4. Aturan ini berlaku pada setiap Jumat pekan pertama setiap bulannya. Instruksi baru tersebut dilakukan untuk mengurangi kemacetan dan membiasakan para PNS untuk menggunakan transportasi umum.

BERITA

Inflasi 8,38%, Apindo: Hati-hati Orang Miskin Bisa Lebih Miskin

TOPIK #bps #inflasiPosted: 03/01/2014 11:51
Inflasi 8,38%, Apindo: Hati-hati Orang Miskin Bisa Lebih Miskin

Liputan6.com, Jakarta
 : Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laju inflasi 2013 yang mencapai 8,38%, dengan inflasi pada Desember 2013 mencapai 0,55%.
Capaian inflasi ini meleset dari target pemerintah di mana dalam asumsi makro pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2013 menargetkan laju inflasi berada pada level 7,2%.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, dengan laju inflasi yang mencapai 8,38% itu merupakan level inflasi cukup tinggi.
Dari inflasi yang tinggi ini yang paling terkena dampaknya adalah masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan dan masyarakat setengah miskin.
"Itu yang paling susah, mereka yang pertama kena akibatnya. Yang setengah miskin bisa jadi miskin kalau tidak hati-hati," ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, seperti ditulis Jumat (3/1/2014).
Sofjan menjelaskan, saat ini masyarakat yang masuk pada golongan miskin ada sekitar 30 juta orang dan setengah miskin sebanyak 70 juta orang.
Jika laju inflasi ini tidak bisa ditekan, maka jumlah masyarakat miskin akan semakin bertambah. "Dan beberapa persen dari yang setengah miskin itu bisa jadi miskin kalau inflasinya tinggi, mereka cepat jadi miskin," lanjutnya.
Menurutnya, sejak awal tahun ini pemerintah harus bisa menjaga laju inflasi itu dengan menjaga kenaikan harga barang-barang kebutuhan masyarakat serta mampu menjaga pasokan dan permintaan akan barang-barang tersebut sehingga inflasi bisa dicegah di bawah 5%.
"Inflasi ini harus bisa dibentuk dan ditekan kembali. Kita seharusnya tidak bisa inflasi terlalu tinggi, harus di bawah 5%. Inflasi ini tambah tinggi sejak semuanya naik seperti BBM, listrik. Akibatnya harga makanan jadi naik, dan yang paling menderita usaha-usaha menengah kecil," jelasnya.
Sementara untuk tahun ini, Sofjan menilai laju inflasi akan kembali naik dengan level tetap berada di atas5%. Hal ini lantaran barang-barang kebutuhan masih banyak dipasok melalui impor sehingga harga barang-barang tersebut terus mengalami kenaikan.
"Sekarang dengan gaji naik, logistik naik, listrik juga rencana akan naik, itu semuanya menyebabkan inflasi. Kalau dia naik terus pasti rakyatnya lebih menderita. Yang kaya-kaya mungkin tidak apa-apa, tapi yang miskin ini bagaimana," tandas dia.