Tugas
Softskill Minggu 3
KESEHATAN
MENTAL
·
Teori
Kepribadian Sehat
A.
Aliran
Humanistik
Sehat merupakan suatu kebutuhan yang wajib
untuk semua mahluk hidup. Sebagaimana mahluk hidup pasti berusaha untuk tetap
menjaga dirinya sendiri. Menurut Pepkins, mendefinisikan
sehat sebagai keadaan keseimbangan yang dinamis dari badan dan fungsi-fungsinya
sebagai hasil penyesuaian yang dinamis terhadap kekuatan-kekuatan yang
cenderung menggangunya. Badan seseorang bekerja secara aktif untuk
mempertahankan diri agar tetap sehat sehingga kesehatan selalu harus
dipertahankan.
Didalam
psikologi terdapat teori-teori tentang Kepribadian Sehat yaitu salah satunya adalah Humanistik.
Humanistik
mulai muncul sebagai sebuah gerakan besar psikologi dalam tahun 1950-an.
Aliran Humanistik merupakan konstribusi dari psikolog-psikolog terkenal seperti
Gordon Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers. Aliran Humanistik diasaskan
oleh Abraham Maslow (1908-1970) dan Carl Rogers (1902-1987). Pendekatan humanisme
menekankan cara fikirkan, pengamatan serta interpretasi seseorang individu
mengenai suatu peristiwa. Contohnya, apabila seseorang ingin mencapai
kecemerlangan hidup, dia hendaklah bertindak atau berusaha kearah pencapaian
matlamat hidupnya.
Ciri dari kepribadian sehat
adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang
terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah
mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap
individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala
sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan
kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli
psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus
dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia
juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang
secara potensial menghambat.
Gambaran ahli psikologi
humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka
percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan,
dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran
Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara
sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi
maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta
mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
Dalam Humanistik terdapat cirri-ciri
sebagai berikut :
-
Mementingkan manusia sebagai pribadi
-
Mementingkan kebulatan pribadi
-
Mementingkan peranan kognitif dan afektif
-
Mengutamakan terjadinya aktualisasi diri dan self
concept
-
Mementingkan persepsual subyektif yang dimiliki tiap
individu
-
Mementingkan kemampuan menentukan bentuk tingkah laku
sendiri
-
Megutamakan Insight
Bedanya
Teori-teori yang Lain
Karya Maslow
bukanlah penolakan secara mentah-mentah atas karya Freud atau Watson serta para
Behavioris lainnya, melainkan lebih merupakan suatu usaha menelaah segi-segi
yang bermanfaat, bermakna dan dapat diterapkan bagi kemanusiaan pada kedua
psikologi tersebut, lantas bertolak lah ia dari sana. Maslow menemukan bahwa
para psikolog maupun psikiater yang berhasil kerap kali terpaksa menyimpang dari
teori-teori yang tengah popular demi keberhasilan mereka.
Konsep Malow
tiada duanya. Ia telah menyelidiki manusia-manusia terbaik yang dapat
ditemukannya dan sampailah ia pada kesimpulan, “yang tengah berlangsung kini
ialah perubahan gambaran tentang manusia”
B.
Pendapat
Allport
Dalam teori Allport
antisipasi-antisipasi adalah penting dalam membantu kita untuk menentukan siapa
dan apakah kita ini, dalam membentuk identitas-diri kita. Pandangan Allport
bahwa kepribadian-kepribadian sehat terarah kepada orang-orang lain. Karena
sama sekali tidak berpusat pada diri sendiri, maka orang yang matang terlibat
secara aktif dan terikat pada sesuatu atau seseorang diluar diri. Kekuatan
Allport adalah kemampuannya untuk mengamati pokok-pokok yang umum dalam
kehidupan orang-orang sehat secara psikologis dan mengemukakan pokok-pokok
tersebut dengan jelas yang jarang terdapat dikalangan ahli-ahli psikologi.
Pengertian
Teori
menurut allport adalah sesuatu yang terorganisasikan dan terpolakkan.
Kepribadian tidak bersifat statis dia bisa tumbuh dan berubah. Kepribadian
bukan hanya topeng yang kita kenakan dalam kehidupan, bukan juga hanya prilaku.
Dia lebih menunjukan pada di belakang penampilan, pribadi di dalam tindakan
dengan istilah “karakteristik”, Allport berharap dapat menunjukan “individulaitas”
atau “keunikan”
Ciri pribadi yang sehat
Gordon
Allport (1937) membuat hipotesis tentang sifat-sifat kepribadian yang dewasa.
Beberapa asumsi umum di butuhkan agar kita bisa memahami konsep Allport tentang
kepribadian yang dewasa :
- Pribadi yang dewasa secara psikologis adalah seseorang yang tidak hanya bereaksi kepada stimuli eksternal, tetapi juga sadar bertindak dalam lingkungannya dengan cara berpikir inovatif.
- Pridbadi yang dewasa tampak lebih termotivasi proses sadar dari pada kepribadian. Menjadi kan mereka lebih fleksibel dan mandiri masih terus di dominasi oleh motif-motif bawah sadar yang mncul dari pengalamanmasa kanak-kanak.
Ada
6 pribadi dewasa menurut allport :
1.
Perluasan konsep diri, pribadi dewasa terus berusaha mengidentifikasikan
dirinya dan berpartisipasi dalam peristiwa di luar diri mereka.
2.
Pribadi dewasa dicirikan oleh hubungan baik dengan orang lain, mereka memiliki
kemampuan untuk mencintai orang lain dengan penuh kasih.
3.
Rasa aman emosional atau penerimaan diri, individu yang dewasa menerima diri
apa adanya dan memiliki apa yang Allport (1961) muatan emotif (emotional
poise).
4. Pribadi
yang sehat secara psikologi memiliki persepsi yang realistis tentang lingkungan
sekitar.
5. Kedalaman
wawasan dan humor, pribadi dewasa mengenal dirinya maka dari itu mereka tidak
perlu melimpahkan kesalahan dan kelemahan mereka kepada orang lain
6. Kedewasaan
adalah memiliki filsafat hidup yang menyatukan, pribadi yang sehat memiliki
konsep yang jelas tentang tujuan hidupnya kedepan.
Struktur dan Dinamika Kepribadian
bagi
Allport stuktur kepribadian itu dinyatakan oleh sifat – sifat dan tingkah laku.
Allport berpendapat bahwa masing-masing pengertian reflex bersyarat, kebiasaan,
sikap, sifat, diri, dan kepribadian itu semuanya masing-masing adalah
bermanfaat. Tetapi walaupun pengertian tersebut dapat diterima dan di anggap
penting, namun tekanan utama di tekan pada sifat atau traits sedang di samping
itu sikap attitude dan intense diangap sama. Menurut Allport adalah suatu
organisasi yang dinamis dalam individu sebagai system psikofisis yang
menentukan caranya yang khas dalam mentesuaikan diri terhadap lingkungan.
Stuktur kepridian seseorang lebih merujuk pada komponen – komponen dasar.
Menurut Allport, struktur terpenting adalah yang dapat mendeskripsikan orang
tersebut dalam konteks karakteristik individual, yang disebut sebagai disposisi
personal.
REFERENSI
- Hashim, Shahabuddin., et al. 2003. Psikologi pendidikan.PTS professional publishing Sdn. Bhd:Kuala
Lumpur.
- Goble, Frank, G. 1987. Psikologi humanistik abraham maslow.Kanisius:Yogyakarta.
- Schultz, Duane. 1991. Psikologi pertumbuhan. Kanisius:Yogyakarta.
- http://dhiya-atika-fib13.web.unair.ac.id/artikel_detail-98405-Etika%20%20Kepribadian-Teori%20kepribadian%20menurut%20Allport.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar