Kamis, 12 Maret 2015

Teori Kepribadian Sehat



Tugas Softskill Minggu 3
                                                        KESEHATAN MENTAL                      
·         Teori Kepribadian Sehat

A.    Aliran Humanistik
Sehat merupakan suatu kebutuhan yang wajib untuk semua mahluk hidup. Sebagaimana mahluk hidup pasti berusaha untuk tetap menjaga dirinya sendiri. Menurut Pepkins, mendefinisikan sehat sebagai keadaan keseimbangan yang dinamis dari badan dan fungsi-fungsinya sebagai hasil penyesuaian yang dinamis terhadap kekuatan-kekuatan yang cenderung menggangunya. Badan seseorang bekerja secara aktif untuk mempertahankan diri agar tetap sehat sehingga kesehatan selalu harus dipertahankan.
Didalam psikologi terdapat teori-teori tentang Kepribadian Sehat  yaitu salah satunya adalah Humanistik.
Humanistik mulai muncul sebagai sebuah gerakan  besar psikologi dalam tahun 1950-an. Aliran Humanistik merupakan konstribusi dari psikolog-psikolog terkenal seperti Gordon Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers. Aliran Humanistik diasaskan oleh Abraham Maslow (1908-1970) dan Carl Rogers (1902-1987). Pendekatan humanisme menekankan cara fikirkan, pengamatan serta interpretasi seseorang individu mengenai suatu peristiwa. Contohnya, apabila seseorang ingin mencapai kecemerlangan hidup, dia hendaklah bertindak atau berusaha kearah pencapaian matlamat hidupnya.
Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.
Gambaran ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
Dalam Humanistik terdapat cirri-ciri sebagai berikut :
-          Mementingkan manusia sebagai pribadi
-          Mementingkan kebulatan pribadi
-          Mementingkan peranan kognitif dan afektif
-          Mengutamakan terjadinya aktualisasi diri dan self concept
-          Mementingkan persepsual subyektif yang dimiliki tiap individu
-          Mementingkan kemampuan menentukan bentuk tingkah laku sendiri
-          Megutamakan Insight
Bedanya Teori-teori yang Lain
Karya Maslow bukanlah penolakan secara mentah-mentah atas karya Freud atau Watson serta para Behavioris lainnya, melainkan lebih merupakan suatu usaha menelaah segi-segi yang bermanfaat, bermakna dan dapat diterapkan bagi kemanusiaan pada kedua psikologi tersebut, lantas bertolak lah ia dari sana. Maslow menemukan bahwa para psikolog maupun psikiater yang berhasil kerap kali terpaksa menyimpang dari teori-teori yang tengah popular demi keberhasilan mereka.
Konsep Malow tiada duanya. Ia telah menyelidiki manusia-manusia terbaik yang dapat ditemukannya dan sampailah ia pada kesimpulan, “yang tengah berlangsung kini ialah perubahan gambaran tentang manusia”  

B.   Pendapat Allport
Dalam teori Allport antisipasi-antisipasi adalah penting dalam membantu kita untuk menentukan siapa dan apakah kita ini, dalam membentuk identitas-diri kita. Pandangan Allport bahwa kepribadian-kepribadian sehat terarah kepada orang-orang lain. Karena sama sekali tidak berpusat pada diri sendiri, maka orang yang matang terlibat secara aktif dan terikat pada sesuatu atau seseorang diluar diri. Kekuatan Allport adalah kemampuannya untuk mengamati pokok-pokok yang umum dalam kehidupan orang-orang sehat secara psikologis dan mengemukakan pokok-pokok tersebut dengan jelas yang jarang terdapat dikalangan ahli-ahli psikologi.
Pengertian
Teori menurut allport adalah sesuatu yang terorganisasikan dan terpolakkan. Kepribadian tidak bersifat statis dia bisa tumbuh dan berubah. Kepribadian bukan hanya topeng yang kita kenakan dalam kehidupan, bukan juga hanya prilaku. Dia lebih menunjukan pada di belakang penampilan, pribadi di dalam tindakan dengan istilah “karakteristik”, Allport berharap dapat menunjukan “individulaitas” atau “keunikan”
      Ciri pribadi yang sehat
Gordon Allport (1937) membuat hipotesis tentang sifat-sifat kepribadian yang dewasa. Beberapa asumsi umum di butuhkan agar kita bisa memahami konsep Allport tentang kepribadian yang dewasa :
  1. Pribadi yang dewasa secara psikologis adalah seseorang yang tidak hanya bereaksi kepada stimuli eksternal, tetapi juga sadar bertindak dalam lingkungannya dengan cara berpikir inovatif.
  2. Pridbadi yang dewasa tampak lebih termotivasi proses sadar dari pada kepribadian. Menjadi kan mereka lebih fleksibel dan mandiri masih terus di dominasi oleh motif-motif bawah sadar yang mncul dari pengalamanmasa kanak-kanak.
Ada 6 pribadi dewasa menurut allport :
1. Perluasan konsep diri, pribadi dewasa terus berusaha mengidentifikasikan dirinya dan berpartisipasi dalam peristiwa di luar diri mereka.
2.   Pribadi dewasa dicirikan oleh hubungan baik dengan orang lain, mereka memiliki kemampuan untuk mencintai orang lain dengan penuh kasih.
3.   Rasa aman emosional atau penerimaan diri, individu yang dewasa menerima diri apa adanya dan memiliki apa yang Allport (1961) muatan emotif (emotional poise).
4.   Pribadi yang sehat secara psikologi memiliki persepsi yang realistis tentang lingkungan sekitar.
5.   Kedalaman wawasan dan humor, pribadi dewasa mengenal dirinya maka dari itu mereka tidak perlu melimpahkan kesalahan dan kelemahan mereka kepada orang lain
6.   Kedewasaan adalah memiliki filsafat hidup yang menyatukan, pribadi yang sehat memiliki konsep yang jelas tentang tujuan hidupnya kedepan.

Struktur dan Dinamika Kepribadian
bagi Allport stuktur kepribadian itu dinyatakan oleh sifat – sifat dan tingkah laku. Allport berpendapat bahwa masing-masing pengertian reflex bersyarat, kebiasaan, sikap, sifat, diri, dan kepribadian itu semuanya masing-masing adalah bermanfaat. Tetapi walaupun pengertian tersebut dapat diterima dan di anggap penting, namun tekanan utama di tekan pada sifat atau traits sedang di samping itu sikap attitude dan intense diangap sama. Menurut Allport  adalah suatu organisasi yang dinamis dalam individu sebagai system psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam mentesuaikan diri terhadap lingkungan. Stuktur kepridian seseorang lebih merujuk pada komponen – komponen dasar. Menurut Allport, struktur terpenting adalah yang dapat mendeskripsikan orang tersebut dalam konteks karakteristik individual, yang disebut sebagai disposisi personal.




 REFERENSI


- Hashim, Shahabuddin., et al. 2003. Psikologi pendidikan.PTS professional publishing Sdn. Bhd:Kuala Lumpur.
-  Goble, Frank, G. 1987. Psikologi humanistik abraham maslow.Kanisius:Yogyakarta.
-  Schultz, Duane. 1991. Psikologi pertumbuhan. Kanisius:Yogyakarta.
-     http://dhiya-atika-fib13.web.unair.ac.id/artikel_detail-98405-Etika%20%20Kepribadian-Teori%20kepribadian%20menurut%20Allport.html



Tidak ada komentar: