Tugas Softskill Minggu
1
Kesehatan
Mental
A.
Orientasi
Kesehatan Mental
Dewasa
ini banyak masalah tentang Kesehatan Mental. Semua orang pasti menginginkan
kesehatan mental dalam dirinya rohani maupun jasmani. Kesehatan mental adalah
kebutuhan utama dalam kehidupan dan tubuh kita untuk kita bisa menjalani
kehidupan sehari-hari. Tapi apakah untuk memperhatikan kesehatan mental itu
sendiri kita perlu mengetahui apa itu definisi Kesehatan Mental. Sebelumnya
kita harus mengetahui arti secara umum.
Kesehatan
mental adalah terhindarnya individu dari simtom-simtom neurosis dan psikosis.
Definisi ini mendapat dukungan dari kalangan para psikiater. Kesehatan Mental
dapat diartikan juga sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri
dengan orang lain dan dengan masyarakat dimana dia hidup.
Istilah Kesehatan Mental diambil dari konsep
mental hygiene. Kata mental diambil dari Bahasa Yunani, pengertiannya
sama dengan psyche dalam bahas latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Kesehatan
mental merupakan bagian dari psikologi agama, terus berkembang dengan pesat.
Hal ini tidak terlepas dari kondisi masyarakat yang membutuhkan jawaban atas
berbagai permasalahan yang melingkupinya.
Kesehatan
Mental Menurut Para Ahli :
1. Pieper dan Uden (2006)
Kesehatan mental adalah suatu
keadaan di mana seseorang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya
sendiri, memiliki estimasi yang relistis terhadap dirinya sendiri dan
dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi
masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya
serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.
2. Alexander Schneider
Ilmu kesehatan mental adalah
ilmu yang mengembangkan dan menerapkan seperangkat prinsip yang praktis dan
bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesejahteraan psikologis organisme manusia
dan mencegah gangguan mental serta ketidakmampuan menyesuaikan diri.
3. Samson, Sin dan Hofilena
Ilmu kesehatan mental sebagai
ilmu yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara fungsi-fungsi mental sebagai
ilmu yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara fungsi mental yang sehat dan
mencegah ketidakmampuan menyesuaikan diri atau kegiatan-kegiatan mental yang
kalut.
4. Notosoedirjo dan
Latipun (2005)
Terdapat banyak definisi dari
kesehatan mental (mental hygene) yaitu:
(1). Karena tidak mengalami gangguan
mental,
(2). Tidak jatuh sakit akibat
stessor,
(3). Sesuai dengan kapasitasnya
dan selaras dengan lingkungannya,
(4). Tumbuh dan berkembang
secara positif.
Bisa kita lihat, banyak pendapat
yang menjelaskan tentang Kesehatan Mental. Tapi pada intinya semua mengarah
pada Kondisi Tubuh Manusia. Didalam Kesehatan Mental ada beberapa orientasi
yang harus kita ketahui, yaitu :
·
Orientasi
Klasik
Orientasi ini biasa digunakan dalam dunia kedokteran. pada orientasi ini individu sehat adalah individu yang tidak mempunyai keluhan tertentu, yang semuanya menimbulkan perasaan "sakit" atau perasaan "tak sehat", serta mengganggu efisiensi dan efektifitas kegiatan sehari-hari, yang mencakup fisik dan mental.
Orientasi ini biasa digunakan dalam dunia kedokteran. pada orientasi ini individu sehat adalah individu yang tidak mempunyai keluhan tertentu, yang semuanya menimbulkan perasaan "sakit" atau perasaan "tak sehat", serta mengganggu efisiensi dan efektifitas kegiatan sehari-hari, yang mencakup fisik dan mental.
·
Orientasi Penyesuaian Diri
Landasan orientasi ini menyatakan bahwa manusia pada umumnya adalah makhluk yang sehat secara mental. Penetuan sehat atau sakit mental dilihat sebagai derajat kesehatan mental. Menurut orientasi ini, kesehatan mental adalah kondisi kepribadian individu secara utuh.
Landasan orientasi ini menyatakan bahwa manusia pada umumnya adalah makhluk yang sehat secara mental. Penetuan sehat atau sakit mental dilihat sebagai derajat kesehatan mental. Menurut orientasi ini, kesehatan mental adalah kondisi kepribadian individu secara utuh.
·
Orientasi Pengembangan Potensi
Individu yang sehat mental adalah individu yang dapat dan mampu mengembangkan dan memamanfaatkan potensi yang ada pada dirinya untuk kegiatan yang positif - kosntruktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas dirinya, yang digunakan dalam kehidupan sehari - hari.
Individu yang sehat mental adalah individu yang dapat dan mampu mengembangkan dan memamanfaatkan potensi yang ada pada dirinya untuk kegiatan yang positif - kosntruktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas dirinya, yang digunakan dalam kehidupan sehari - hari.
B. Konsep Sehat
Dalam
Kesehatan Mental tentunya kita harus mempunyai kata SEHAT dalam hidup kita.
Sehat itu merupakan sesuatu yang selalu diharapkan oleh semua mahluk hidup di
muka bumi ini. Untuk tetap sehat kita harus mengetahui Konsep Sehat yang akan
dibahas di blog ini.
Pengertian Sehat
Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Upaya penaggulangan dan
pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau
perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Sehat sesuatu yang berguna untuk
melakukan aktivitas.
Upaya
kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan
yang dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat.
Menurut
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 1948, kesehatan
didefinisikan sebagai “keadaan lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial
dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”
Pada
1986, WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa kesehatan
adalah “sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan dari kehidupan.
Tujuan
Kesehatan
Salah satu tujuan nasional adalah
memajukan kesejahteraan bangssa, yang berarti memenuhi kebutuhan
dasar manusia, yaitu pangan, sandang, pangan, pendidikan,
kesehatan, lapangan
kerja dan ketenteraman hidup. Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya
kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk, jadi tanggung jawab untuk
terwujudnya derajat
kesehatan yang optimal
berada di tangan seluruh masyarakat.
Konsep-konsep
kesehatan dikembangkan berdasarkan :
Dimensi Emosional
Menurut
Goleman emosional merupakan hasil campur dari rasa takut, gelisah, marah,
sedih dan senang.
Dimensi Intelektual
Memecahkan masalah dengan pikiran yang tenang,
yang dapat memecahkan masalah tersebut. Misalnya ,berhenti sejenak dan memijit
pada bagian kaki yang keseleo saat bermain futsal.
Dimensi Fisik
Suatu
kondisi tubuh yang di haruskan dengan kondisi tubuh sehat.
Dimensi Sosial
Seseorang
dapat melakukan perannya dalam lingkup yang lebih besar dan dapat berinteraksi
dengan baik
Dimensi Spiritual
Spiritual
merupakan kehidupan kerohanian. Dengan menyerahkan diri dengan bersujud dengan
kepercayaan agama masing-masing. Misalnya , ketika di diagnosa menderita
penyakit kronis , adakalanya selalu memohon dan meminta kesembuhan kepada Allah
swt.
C.
Sejarah
Pekembangan Kesehatan Mental
Dalam Kesehatan Mental pastilah
mempunyai sejarah yang membuat tercetusnya kesehatan mental dan bagaimana
perkembangan yang terjadi hingga saat ini dan bagaimana para mahluk hidup di
bumi ini menyikapi sejarah yang begitu mengagumkan.
Kesehatan menurut Freund (1991)
“suatu kondisi yang dalam keadaan baik dari suatu organisme atau bagian yang
dicirikan oleh fungsi yang normal dan tidak adanya penyakit”, juga sampai pada
kesimpulan mengenai kesehatan sebagai suatu keadaan tidak adanya penyakit
sebagai salah satu ciri kalau organisme disebut sehat. Mental hygiene disebut juga ilmu kesehatan
mental merupakan ilmu pengetahuan yang masih muda. Dulu orang berpendapat
gangguan keseimbangan mental itu disebabkan oleh gangguan roh jahat.
Kesehatan mental di cetuskan oleh
Adolf Meyer (psychiater) berdasarkan
saran Beers (mantan penderita sakit mental), membantu perkembangan gerakan usaha
kesehatan mental. Dialah yang mengemukakan istilah “Mental Hygiene”. Di amerika pada tahun 1908 terbentuk suatu
organisasi “Connectitude Society for
Mental Hygiene”. Pada tahun 1909 berdirilah “The National Committee for Mental Hygiene”. Di inggris pada tahun
1842 berdirilah organisasi “The Society
for Improving the Condition Association for the Protection of the Insane and
the Prevention of Insanity”.
Akibat perang dunia I dan II banyak
terdapat penderita “war neurosis” di
kalangan anggota militer, sehingga gerakan Mental
Hygiene makin besar usahanya mencari metode yang efisien untuk mencegah
gangguan mental serta mengadakan pembaharuan dalam metode penyembuhan. Pada
tahun 1930 Mental Hygiene mengadakan
kongres pertama di Washington D.C. tahun 1946 Presiden Amerika Serikat
menandatangani undang-undang “The
National Mental Health Act” untuk memajukan kesehatan mental rakyat
Amerika, yang menyelenggarakan program mental
hygiene antara lain:
·
WHO
: Organisasi ini
memberi informasi dan penyuluhan mengenai kesehatan mental kepada anggota UNO. Mengadakan pengawasan terhadap alkoholisme,
pencegahan kriminal.
·
UNESCO : Untuk menstimulir
penukaran masalah informasi kebudayaan antar bangsa. Didalamnya terdapat suatu
departemen yang mengurusi masalah sosial
·
WFMH
: Di
dirikan pada tahun 1948. Antara the
internasional committee for mental hygiene dengan the british association for
mental health, merupakan kelompok non
govermental health agencies membantu kesehatan di dunia.
D.
Pendekatan
Kesehatan Mental
~
Orientasi Klasik
Orientasi klasik yang umumnya
digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi
tanpa keluhan, baik fisik maupun mental. Orang yang sehat adalah orang yang
tidak mempunyai keluhan tentang keadaan fisik dan mentalnya. Sehat fisik
artinya tidak ada keluhan fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan
mental.
Sehat atau tidaknya seseorang
secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri
terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan
lingkungannya dapat digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat
menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.
Dengan menggunakan orientasi
penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks
lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena kaitannya dengan standar norma
lingkungan terutama norma sosial dan budaya, kita tidak dapat menentukan sehat
atau tidaknya mental seseorang dari kondisi kejiwaannya semata. Ukuran sehat
mental didasarkan juga pada hubungan antara individu dengan lingkungannya.
Seseorang yang dalam masyarakat tertentu digolongkan tidak sehat atau sakit
mental bisa jadi dianggap sangat sehat mental dalam masyarakat lain. Artinya
batasan sehat atau sakit mental bukan sesuatu yang absolut.
~
Orientasi Penyesuaian Diri
penyesuaian diri merupakan dasar
bagi penentuan derajat kesehatan mental seseorang. Orang yang dapat
menyesuaikan diri secara aktif dan realistis sambil tetap mempertahankan
stabilitas diri mengindikasikan adanya kesehatan mental yang tinggi pada
dirinya. Sebaliknya mereka yang tidak mampu menyesuaikan diri secara aktif,
tidak realistik dan tidak stabil dirinya menunjukkan rendahnya kesehatan mental
pada dirinya. Dengan kata lain kemampuan penyesuaian diri merupakan variabel
utama dalam kesehatan mental. Dengan demikian dapat dipahami bahwa peningkatan
derajat kesehatan mental setara dengan peningkatan kemampuan penyesuaian diri
yang aktif, realistik disertai dengan stabilitas diri. Kemampuan penyesuaian
diri idealnya dilatih dan dibina sejak kecil
Dalam banyak literatur psikologi
kesehatan, pengembangan diri dan kemampuan penyesuaian diri merupakan salah
satu indikasi dari kepribadian yang sehat. Kita dapat melihat di antaranya
dalam uraian-uraian Gordon W. Allport, Carl Rogers, Abraham Maslow dan Viktor
Frankl. Pemikiran mereka menegaskan bahwa pribadi yang sehat selalu ditandai
dengan keinginan untuk tumbuh dan berkembang, berorientasi ke masa depan
sambil tetap realistis dan mampu melakukan inovasi bagi diri serta
lingkungannya. Artinya perbaikan kemampuan penyesuaian diri tidak hanya perlu
dilakukan pada mereka yang mengalami gangguan mental tetapi juga pada siapa
saja.
~
Orientasi Pengembangan Potensi
Mewujudnyatakan potensi seperti
bakat, kreativitas, minat dan lain-lain dalam diri individu. Pelepasan
sumber-sumber yg tersembunyi dari bakat, kreativitas, Energi dan dorongan
(Schultz, 991). Dibutuhkan fokus yang lebih untuk mencapai arah tujuan atau
potensi diri yang lebih dikembangkan. Pengembangan potensi ini juga dipengaruhi
peranan keluarga, sekolah dan masyarakat. Juga adanya kesempatan yang diberikan
lingkungan pada individu baik yang potensinya masih tersembunyi maupun yang
sudah ditemukan.
REFERENSI
-
Semiun, Yustinus. Kesehatan
Mental 1.2006.Kanisius: Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar