Tugas Softskill Minggu ke-7
PENYESUAIAN
DIRI DAN PERTUMBUHAN
Kali ini saya akan memposting tentang Penyesuaian Diri
dan Pertumbuhan. Sebenarnya apa yang dimaksud Penyesuaian? Penyesuaian itu bisa
terjadi disetiap lingkungan. Contohnya sesame mahluk hidup dapat menyesuaikan
strata sosialnya kepada mahluk sosial yang lain.
Penyesuaian diri dapat didefinisikan sebagai interaksi
Anda yang kontinu dengan diri Andasendiri, dengan orang
lain, dan dengan dunia Anda (Calhoun
dan Acocella dalam Sobur,2003:526)
Pengertian Pertumbuhan Personal
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil
dari proses-proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara
normal yang sehat pada waktu yang normal. Prof. Gessel mengatakan bahwa
pertumbuhan pribadi manusia berlangsung secara terus-menerus.
Penekanan Pertumbuhan Diri
Dari bayi hingga tua kita sebagai
manusia normal mengalami pertumbuhan secara terus menerus. Penyesuaian diri
dengan lingkungan nya pun terus berkembang. Banyak kualitas penyesuaian diri
yang baik mengandung implikasi-implikasi yang khas bagi pertumbuhan pribadi.
Ide ini terkandung dalam kriteria perkembangan diri yang berarti pertumbuhan
kepribadian yang terus-menerus kearah tujuan kematangan dan prestasi pribadi.
Setiap langkah dalam proses
pertumbuhan dari masa bayi sampai masa dewasa harus menjadi kemajuan tertentu
kearah kematangan tang lebih besar dalam pikiran, emosi, sikap dan tingkah
laku. Pelekatan (fiksasi) pada setiap tingkat perkembangan bertentangan
dengan penyesuaian diri yang kuat, misalnya menggigit kuku,
menghisap jempol, ngompol, ledakan amarah, atau membutuhkan sangat banyak kasih
sayang dan perhatian. Perkembangan diri disebabkan oleh realisasi kematangan
yang terjadi secara tahap demi tahap.
Pertumbuhan kepribadian ditingkatkan
oleh banyaknya minat terhadap pekerjaan dan kegemaran. Sulit
menyesuaikan diri dengan baik terhadap tuntutan-tuntutan pekerjaan yang tidak
menarik dan membosankan, dan segera pekerjaan itu menjadi hal yang tidak
menyenangkan atau menjijikkan. Tetapi, kita memiliki cara tertentu untuk
mengubah dan mengganti pekerjaan yang merangsang minat kita sehingga kita dapat
memperoleh kepuasan terus-menerus dalam pekerjaan.
Adolph Meyer berpendapat bahwa
kapasitas untuk menggunakan masa lampau dan bukan semata-mata menderita
karenanya adalah perlu untuk penyesuaian diri bahwa penangan harus dipakai
untuk menangani kenyataan sekarang dan kesempatan yang kreatif dapat
direalisasikan dengan tinjauan yang sehat ke masa depan. Sikap yang sehat
terhadap masa lampau, masa sekarang dan masa depan sangat penting untuuk
penyesuaian diri yang sehat.
ii. Variasi dalam Pertumbuhan
Dalam variasi pertumbuhan memang
sangat beragam. Tidak semua individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri
berdasarkan tingkatan usia, pertumbuhan fisik, maupun sosial nya. Mengapa?
karena terkadang terdapat rintangan-rintangan yang menyebabkan
ketidakberhasilan individu dalam melakukan penyesuaian, baik rintangan itu dari
dalam diri atau dari luar diri.
iii. Kondisi-Kondisi untuk Bertumbuh
Kondisi jasmani seperti
pembawa atau konstitusi fisik dan tempramen sebagai disposisi yang diwariskan,
aspek perkembangannya secara intrinsik berkaitan erat dengan susunan atau
konstitusi tubuh, kondisi jasmani dan kondisi pertumbuhan fisik memang sangat
mempengaruhi bagaimana individu dapat menyesuaikan diri nya.
Carl Roger menyebutkan 3 (tiga)
aspek yang memfasilitasi pertumbuhan personal dalam suatu hubungan ;
1.
Keikhlasan kemampuan untuk menyadari
perasaan sendiri, atau menyadari kenyataan.
2.
Menghormati keterpisahan dari orang
lain tanpa kecuali, dan
3.
Keinginan yang terus menerus untuk
memahami atau berempati terhadap orang lain.
Faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan personal :
1.
Faktor Biologis
Karakteristik
anggota tubuh yang berbeda setiap orang, kepribadian, atau warisan biologis
yang sangat kental.
2.
Faktor Lingkungan
Faktor
lingkungan yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorangdan nantinya akan
menentukan baik atau tidaknya pertumbuhan personal seseorang.
3.
Faktor Budaya
Tidak
di pungkiri kebudayaan juga berpengaruh penting dalam kepribadian seseorang,
tetapi bukan berarti setiap orang dengan kebudayaan yang sama memiliki
kepribadian yang sama juga.
REFERENSI
Lur
Rochman, Kholil.(2010). Kesehatan Mental.Purwokerto: STAIN press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar